Cara Menghitung Biaya Bangun Dinding Rumah dengan Akurat

Sering kali dikesampingkan karena dianggap mudah, nyatanya perhitungan biaya membangun dinding berpengaruh signifikan pada kebutuhan anggaran. Hal ini berlaku untuk semua jenis material, baik batu bata maupun bata ringan. Apabila cara menghitung biaya bangun dinding rumah tidak tepat, maka bisa jadi pengeluaran total melebihi anggaran yang Anda siapkan. Alhasil, kondisi finansial Anda bisa ikut terdampak.

Lantas, bagaimana cara penghitungan biaya pembangunan yang benar? Berikut penjelasannya.

Cara Menghitung Biaya Bangun Dinding Rumah

Salah hitung anggaran konstruksi bisa mengarah pada berbagai dampak negatif, mulai dari pembangunan yang terhambat hingga masalah keuangan. Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan penghitungan biaya bangun secara akurat:

1. Hitung Luas Dinding

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menghitung luas dinding. Sangat penting untuk melakukan perhitungan luas secara akurat. Hal ini karena luas dinding menentukan kebutuhan jumlah material dan estimasi biaya.

Penghitungan perlu Anda lakukan untuk masing-masing dinding. Sebagai contoh, Anda berencana membangun 4 dinding, dengan panjang dan tinggi yang sama.

Cara menghitungnya yaitu panjang x tinggi x jumlah dinding. Misalnya, 3 x 3 x 4 = 36 meter persegi.

2. Tentukan Jenis Material

Mengutip dari Kontraktor Hijau, jenis material yang Anda gunakan sangat mempengaruhi besar biaya.

Saat menentukan jenis material, Anda harus mempertimbangkan kualitasnya. Anda juga perlu memperhatikan bahwa harga untuk setiap jenis material berbeda. Sebagai contoh, baja ringan lebih mahal daripada kayu, tapi lebih praktis dalam pemasangan.

3. Hitung Kebutuhan Material

Langkah selanjutnya adalah menghitung kebutuhan material dan biaya totalnya. Misalnya, bata ringan harganya Rp10.000 per biji. Harga tersebut berlaku untuk bata ukuran standar yaitu 60 x 20 x 7,5 cm.

Dengan ukuran ini, Anda perlu sekitar 8 buah bata per meter. Maka untuk dinding seluas 36 meter persegi, Anda memerlukan bata sebanyak 288.

Jadi, biaya total untuk membeli bata: 288 x 10.000 = Rp2.880.000.

Lanjutkan dengan menghitung kebutuhan material lain, seperti semen dan pasir. Dengan asumsi 1 sak semen (50 kg) cukup untuk memasang 100 bata, maka Anda perlu 3 sak.

Sementara pasir sebagai adukan bisa Anda hitung dengan perbandingan campuran. Misalnya 1:4 antara semen dan pasir. Maka, kebutuhan pasir = 4 x semen = 12 sak.

4. Estimasikan Biaya Pekerja

Selanjutnya, Anda perlu membuat estimasi biaya upah pekerja konstruksi. Penghitungan biaya pekerja biasanya tergantung dari sistem upah, apakah secara harian atau borongan.

Misalnya, estimasi pengerjaan tukang per hari bisa menyelesaikan 12 meter persegi. Maka dinding 36 meter akan selesai dalam waktu tiga hari. Tinggal kalikan dengan upah per hari, misalnya 3 x Rp150.000 = Rp450.000.

Itulah cara menghitung biaya bangun dinding rumah supaya akurat. Selain mempersiapkan anggaran sesuai kebutuhan, ada baiknya untuk menambahkan biaya cadangan sebagai antisipasi kebutuhan tambahan.

 

 

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No widgets found. Go to Widget page and add the widget in Offcanvas Sidebar Widget Area.